Rabu, 05 Oktober 2016
Sabtu, 17 September 2016
Jumat, 16 Oktober 2015
Dunia Internet: Inilah Cerita Vivian diperkosa mei 1998 Sangat Men...
Dunia Internet: Inilah Cerita Vivian diperkosa mei 1998 Sangat Men...: Nama saya Vivian, tahun ini 18 tahun, saya mempunyai satu adik perempuan dan satu adik laki-laki, tinggal di apartemen rumah susun. Tangga...
Kamis, 24 September 2015
YESUS - ISA DALAM AL'QUR'AN
Baca secara berurutan :
- Qs 1:5 & 6
- Qs Az-Zukhruf 43:61
- Qs Luqman 31:34
- Qs Ali Imran 3:45
- Qs An Nisa 4;171
- Hadits Shahih Bukhari No.1496
- Hadits Anas bin malik Hal.72
- Hadits Shahih Muslim no.127
- Hadits Shahih Bukhari No.1090
- Qs Attin 4:8
- Qs Maryam 19:19, 19:21, 19:31
- Qs Ali Imran 3:46
- Qs Al Maidah 5:19,20,110
- Qs Al Imran 3:49
- Qs Al Kaidah 5:110
- Qs Ali Imran 3:55
- Qs Maryam 19:71
- Qs Hahaha 20:74
- Qs Maryam 19:33
- Baca : Tafsir Al Azhar Prof.Dr.Hamka.
Semoga bermanfaat
Sumber : Youtube.
Baca secara berurutan :
- Qs 1:5 & 6
- Qs Az-Zukhruf 43:61
- Qs Luqman 31:34
- Qs Ali Imran 3:45
- Qs An Nisa 4;171
- Hadits Shahih Bukhari No.1496
- Hadits Anas bin malik Hal.72
- Hadits Shahih Muslim no.127
- Hadits Shahih Bukhari No.1090
- Qs Attin 4:8
- Qs Maryam 19:19, 19:21, 19:31
- Qs Ali Imran 3:46
- Qs Al Maidah 5:19,20,110
- Qs Al Imran 3:49
- Qs Al Kaidah 5:110
- Qs Ali Imran 3:55
- Qs Maryam 19:71
- Qs Hahaha 20:74
- Qs Maryam 19:33
- Baca : Tafsir Al Azhar Prof.Dr.Hamka.
Semoga bermanfaat
Sumber : Youtube.
Selasa, 03 Maret 2015
Menutup Aurat
Apa Arti
Kita Harus Menutup Aurat
Sekian banyaknya orang-orang
hanya mengikuti aturan yang tertulis maupun lisan tanpa tahu apa maksud dari
aturan atau hukum yang telah di tetapkan baik yang tercantum dalam Kitab maupun
di dalam peraturan Negara. Salah satunya adalah aturan menutup Aurat!
Tentunya
bagi mereka yang di wajibkan untuk menutup Aurat hal ini merupakan sebuah
aturan yang harus di ikuti oleh mereka yang di wajibkan oleh hukumnya. Namun
apabila kita mengerti arti dari hukum yang mengharuskan kita menutup Aurat itu
maka kita akan mengetahui bagian-bagian yang di wajibkan pada diri kita untuk
di tutup! Tetapi apabila kita hanya tahu mengikutinya saja tanpa mengerti
maksud dari arti menutup Aurat ini maka tentu kita hanya mengerti sebatas
menutup saja tanpa tahu artinya.
Terlebih
dahulu kita harus mengetahui apa arti dari kalimat “AURAT” ? Aurat adalah
bagian dari tubuh manusia
yang wajib ditutupi dari pandangan orang lain dengan pakaian.Pada tubuh manusia
ada beberapa bagian yang seharusnya bahkan wajib di tutup dan tidak boleh
sampai di perlihatkan oleh umum atau orang banyak yaitu :
- Bagian tubuh bawah manusia, dari pinggul hingga mata kaki. Yang terkhususkan adalah organ Kelamin, organ ini bukan hanya pada wanita saja yang harus wajib menutupnya bahkan seorang pria pun harus menutupnya rapat-rapat. Kelamin manusia yang untuk wanita disebut sebagai Vagina dan Penis untuk sebutan pada organ laki-laki merupakan bagian yang sangat vital bagi manusia.
- Bagian tubuh tengah manusia yang terdiri dari badan dan lengan atau tangan, khusus bagian dada manusia, bagian inipun sudah seharusnya sangat wajib di tutup oleh manusia, namun pada wanita hal ini sudah menjadi keharusan karena berbeda dengan seorang laki-laki bahwa wanita memiliki buah dada.
- Bagian tubuh atas manusia, wajah dan rambut. Seperti pada point 1 dan 2 namun bagian ini bisa di wajibkan dan bisa pula tidak menjadi wajib (Akan di jelaskan lebih lanjut).
- Bagian kulit manusia. Pada bagian ini seseorang
ada yang di wajibkan dan ada pula yang tidak perlu di wajibkan tergantung jenis
kulit yang di miliki oleh orang tersebut. (Hal ini bersangkutan dengan point 1
dan 2)
Secara umumnya bahwa manusia harus menutup bagian-bagian
tubuhnya yang bisa mendatangkan nafsu di mata orang banyak. Seperti tadi telah
di singgung pada point 1, bagian ini yang paling banyak mengundang perhatian
orang banyak dan yang mendominasi perhatian itu pada umumnya adalah dari kaum
Adam, namun tidak tertutup pula untuk kaum Hawa sebagai minoritasnya. Bukan
hanya bagian kemaluan yang menjadi incaran tatapan seseorang namun
bagian-bagian lain dari tubuh bawah pun menjadi pusat perhatian seperti paha
dan betis. Begitu pula dengan tubuh bagian tengah seperti dada seseorang,
terutama wanita sangat di harapkan bisa menutup rapat-rapat bagian tersebut. Lalu
bagaimana dengan wajah seseorang? Wajah merupakan salah satu faktor daya tarik
seseorang pada lawan jenisnya, sehingga wajah pun bisa menjadi target yang
harus di tutup! Namun wajah yang bagaimana yang harus di tutup? Maka inilah
yang harus kita pahami benar-benar, bahwa wajah yang bisa menimbulkan nafsu di
mata seseorang baik itu pada laki-laki maupun pada wanita sebaiknya memakai
penutup wajah yang memungkinkan bisa menghalangi pandangan nafsu seseorang pada
dirinya, seperti Cadar atau sejenis Masker. Sehingga bila kita berbicara soal
wajib dan tidaknya maka sebaiknya kita melihat terlebih dahulu hubungannya
dengan timbulnya nafsu pada pandangan seseorang, misalnya adanya seorang wanita
berwajah buruk rupa, apakah mungkin menimbulkan kesan nafsu bagi seorang pria
yang melihatnya? Yah kalau kita mempersoalkan suatu hal yang gila maka mungkin
saja terjadi pada orang yang mempunyai kelainan jiwa atau psikisnya. Yang
terakhir masalah rambut, benarkah rambut bisa menimbulkan nafsu pada seseorang?
Mengapa begitu banyak wanita harus menggunakan penutup kepala dalam kehidupan
sehari-harinya? Rambut merupakan mahkota seseorang, dengan rambut bisa
menimbulkan daya tarik sendiri pada seseorang yang memiliki rambut yang tertata
rapi atau sangat indah di pandang, namun belum tentu rambut bisa membangkitkan
nafsu birahi seseorang. Ada begitu banyak orang yang memandang rambut seseorang
hanya karena kekagumannya tapi tanpa menimbulkan nafsu. Mungkin saja rambut
bisa membuat pandangan seseorang berubah menjadi nafsu birahi karena adanya
faktor-faktor tertentu yang mendukung rambut itu sehingga tampak terlihat lebih
menggairahkan daripada hanya terkesan indah seperti faktor kecocokan dengan
bentuk wajahnya yang seksi, bentuk tubuh yang sempurna di tambah dengan
aksi-aksinya yang sedikit nakal mengibaskan rambutnya yang indah ke kanan ke
kiri dengan maksud mencari perhatian, maka hal ini lebih baik bila dia
menggunakan penutup kepala atau yang di sebut dengan Jilbab di samping penutup2
lainnya. Tapi perlu saya ingatkan, bahwa wanita yang memiliki buruk rupa dengan
bentuk tubuh yang tidak memungkinkan untuk di sebut indah, apalagi bila adanya
tambahan kekurangan pada kulitnya yang tidak putih bahkan terkesan kasar maka kewajiban untuk berjilbab sungguh tidak
perlu menjadi kewajibannya, karena sebagus apapun rambutnya tetap tidak ada
pandangan seseorang padanya berubah menjadi nafsu birahi.
Dari sejumlah bagian-bagian penutup yang di jelaskan di
atas terdapat adanya beberapa bagian yang kita anggap sepele namun bisa
menimbulkan sensasi baru dalam pandangan nafsu seseorang yaitu kulit, jari-jari
tangan dan pakaian seseorang.
- Kulit, merupakan lapisan pelindung paling akhir (Pelindung terluar) dari tubuh kita. Kulit pun mempunyai peranan yang sangat penting buat tubuh kita (Lebih jelasnya baca tentang Kulit pada buku-buku kesehatan). Namun di sini hanya membahas soal warna kulit seseorang dimana warna kulit memegang peranan penting dalam soal keindahan seseorang, kita semua bisa melihat dimana-mana orang selalu mempermasalahkan soal warna kulitnya, ada yang takut menjadi hitam bila berlama-lama di panas Matahari dan ada pula yang menyukai warna kulit agak kegelapan, namun hitam pekat pun masih ada yang menyukainya walau jumlahnya hanya sedikit didunia ini. Survey membuktikan bahwa nafsu birahi seseorang bisa bangkit bila melihat kulit seseorang yang tampak indah dan mulus. Kulit indah dan mulus bila yang memilikinya sekalipun adalah seorang wanita yang buruk rupa tetapi tetap saja bisa mengundang nafsu birahi seorang pria!
- Jari-jari tangan. Jari yang tampak kecil mungil dan halus pada seorang wanita memungkinkan timbulnya pandangan nafsu pada seorang pria manapun. Jadi seorang wanita jangan berpikir bahwa yang lain-lain sudah tertutupi memastikan seorang pria tidak bernafsu lagi bila memandangnya. Terlihat sangat remeh namun bisa berakibat fatal bila tidak hati-hati. 57% Laki-laki di dunia tertarik pada jari jemari seorang wanita.
- Pakaian.
Sekali-kali seseorang berintrospeksi dirinya di cermin setelah selesai
berpakaian. Apa gunanya memakai jilbab, cadar dan baju yang serba tertutup
apabila pakaian yang di kenakannya semua terlihat ketat di badan? Itu akan
menjadi tanda tanya besar bagi para kaum Adam. Mengapa wanita itu membangkitkan
selera nafsuku dengan memperlihatkan lekuk-lekuk yang jelas pada tubuhnya? Apa
artinya dia menutupi yang lainnya? Nah bukankah hal ini malah menjebak diri
anda sendiri? Dia berjalan seolah tidak ada lagi yang bisa berdalih nafsu bejat
padanya namun dia lupa bahwa dia berjalan seolah-olah dia hanya memakai jilbab
dan cadar namun yang lainnya telanjang bulat.
Demikianlah penjelasan tentang
arti kita di dalam menutup Aurat. Saya ingatkan bahwa mungkin bagi umat Islam
adalah suatu kewajiban buat para kaum Hawa khususnya, namun bagi saya mungkin
bukan sebaiknya hanya buat para wanita Islam tetapi sebaiknya bagi seluruh kaum
Hawa di dunia. Tidak lupa untuk kaum Adam pun harus bisa pula menutupi hal-hal
yang di anggap sangat perlu di tutupinya,karena di saat kini tidak sedikit
jumlah wanita yang hasratnya begitu besar pada kaum lelaki.
Terima Kasih atas Perhatiannya
Penulis:
Suhu
Doni Sabtu, 17 Januari 2015
Yesus Adalah Pribadi Allah
Yesus
lahir dari rahim seorang perawan yaitu Maria (Bunda Perawan Maria), terbentuk
dari Firman Allah. Yesus adalah wujud manusia namun tanpa dosa dan dengan
segala kuasanya dia dapat melakukan apa saja, menyembuhkan orang sakit dalam
sekejab, memberi makan banyak orang hanya dengan sedikit roti ditangannya,
membangkitkan orang mati, dsb tanpa harus memohon lagi kepada Allah
karena Dia-lah pula yang sesungguhnya Adalah Pribadi Allah itu sendiri yang
mempunyai Kuasa atas segala-galanya. Dari awal Yesus telah memiliki misi
penyelamatan untuk umat manusia di bumi. Yesus sudah mengetahui jauh sebelumnya
bahwa di dalam misi penyelamatannya ini Dia akan di korbankan dan mati di kayu
salib namun setelahnya bangkit dari antara orang mati maka genaplah sudah
perjanjian ini sehingga manusia bisa kembali berdamai dengan Allah.
Sering
umat Kristiani mendapat hujatan bahwa masih banyak orang yang menganggap bahwa
Yesus bukanlah Allah, bahwa Yesus hanyalah seorang nabi. Memang sungguh sulit
memberikan kepercayaan kepada mereka yang menganggap Yesus adalah seorang nabi,
karena pada dasarnya pikiran mereka lebih didominasi pada hal-hal yang bersifat
logika bukan kepercayaan, seperti penyaliban Yesus di kayu salib, bagi mereka
(non Kristiani) menganggap bahwa hal itu hanyalah rekayasa, secara logika tidak
mungkin Allah membiarkan dirinya di paku di kayu salib begitu saja tanpa
perlawanan padahal kenyataannya bagi kaum Kristiani bahwa hal itu adalah yang
sesungguhnya terjadi,,tanpa misi kematian itu maka penebusan dosa manusia tak
akan pernah terjadi dan kitapun tak akan pernah bisa berdamai dengan Allah.
Ada yang
mengatakan bahwa Tuhan-nya orang Kristiani ada 3 (Tiga) yaitu Bapa,Putra Dan
Roh Kudus, Padahal mereka tidak tahu bahwa itu adalah Tritunggal yaitu 3 dalam
1, Bapa dimaksudkan adalah Allah itu sendiri, sedangkan Roh Kudus adalah Firman
Allah yang membentuk anak manusia dan Putera itulah adalah Yesus Kristus yang
telah lahir ke dunia, sehingga Yesus adalah satu dengan Allah dan sebagai
pribadi Allah.
Mungkin
lebih tepatnya bila di umpamakan sebuah dos kecil berisi bantangan korek api
namun yang secara keseluruhannya itu hanya di sebut “korek api” bukan “dos
korek api”, kemudian keluarkanlah satu batang saja diantara sekian jumlah korek
api yang ada di dalam dos korek api itu, apakah setelah di keluarkan namanya
berbeda?? Tidak sama sekali! Walau hanya 1 batang namun namanya tetap saja
korek api. Maka begitu pulalah Allah. Allah bisa berada dimana saja, bahkan
Allah pun bisa membuat wujudnya sampai trillyunan wujud, apa yang tidak bisa
Allah lakukan?? Jawabannya “Semua bisa”! Yang tak mungkin di mata manusia bisa
menjadi mungkin di mata Allah. Sehingga jawabannya adalah Yesus sebagai Firman
Allah maka Yesus itulah Allah sendiri.
Manusia
yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah Sendiri menganggap bahwa orang
Kristiani telah menduakan Allah, padahal kata menduakan dan menyamakan itu adalah
2 arti yang berbeda. Orang Kristiani menganggap Yesus itu sama dengan Allah,
seperti pada contoh korek api tadi, bahwa Allah turun ke bumi dan menjadi
pribadi manusia, sedangkan yang tidak percaya dan menyebut menduakan Allah
menyandang arti yang berbeda seolah-olah Yesus itu bukan Allah. Orang Kristiani
bukan menduakan Allah, itu sangat berbeda pengertiannya, semua tentang apa yang
menjadi arti bahwa itu adalah sifat-sifat Allah, bahwa itulah perbuatan Allah
maka begitupulalah anggapan orang Kristiani terhadap Yesus, sama saja. Yang
berbeda hanya dalam hal nyata dan tidak nyata dalam penglihatan kaum manusia.
Kata menduakan bisa terjadi apabila 1 batang korek api yang di keluarkan itu
ternyata berbeda sifat dan kegunaannya namun yang setelah dikeluarkan tadi tidak
di katakan korek api tetapi sesuatu dengan nama lain yang diselipkan kedalam
sekumpulan batangan korek api, yang berarti kita telah mengetahui bahwa ada
korek api dan ada pula 1 batang lainnya yang bukan korek api namun kita tetap
menyebutnya juga sebagai korek api jenis lain
Sedangkan
Yesus sendiri dalam alkitab mengatakan “Akulah pohon anggur, dan kalian
cabang-cabangnya. Orang yang tetap bersatu dengan Aku dan Aku dengan dia, akan
berbuah banyak; sebab tanpa Aku, kalian tak dapat berbuat apa-apa” (Yoh.15:5).
Mengindikasikan bahwa apapun
yang ingin kita lakukan kita tak dapat berbuat apa-apa kalau tidak melalui
Yesus! Dan satu hal lagi bahwa Yesus Kristus tidak pernah mengatakan “Allah
berkata kepadaku bahwa……”, mengapa? Karena setiap perkataan Yesus itulah juga sebagai
perkataan Allah, apa yang ada pada Yesus adalah cermin dari Allah, maka Yesus
tinggal di dalam Allah Bapa dan Yesus adalah satu dengan Allah. Maka perumpamaan
korek api tadi mengungkapkan bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri.
Namun
bagaimanapun apabila umat Kristiani telah mewartakan kesemuanya ini kepada
mereka yang masih belum percaya kepada Yesus dan yang membeciNya maka ingatlah
perkataan Yesus, "Apabila dunia membenci kalian, ingatlah bahwa
Aku sudah lebih dahulu dibenci oleh dunia. (Yoh.15:18). Inilah pada kenyataannya bahwa banyak
orang yang tidak percaya kepada Yesus sangat membenci umat Kristiani karena
menganggap umat Kristiani menduakan Allah.
Kitab Wahyu bukanlah kebohongan dan
di dalam kitab Wahyu 1:1 telah di katakan : ”Inilah Wahyu Yesus Kristus, yang
dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya di tunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya
apa yang harus segera terjadi.Dan oleh Malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah
mengatakan-Nya kepada hamba-Nya Yohanes”
Dan satu
hal yang harus kita ketahui bahwa di dalah injil Yohanes 3:16 telah tertulis "Karena
begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan
Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak
binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Tetapi bilamana engkau tetap tidak percaya kepadanya maka itu
mungkin menurut apa yang diinginkan oleh imanmu yang bagimu telah menolaknya
dan inilah Injil Yohanes 5:37-38 :
37 : Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi
tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah
kamu lihat,38 : dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.
Firman yang tidak menetap di dalam dirimu adalah Firman Allah dan akan menetap di dalam dirimu bila dirimu percaya kepada Dia yang diutusnya. Siapakah “Dia” itu? Adalah Yesus Kristus Sang Juru Slamat Dunia
Semoga Menyadarkan,
Penulis, c.k.h@S.doni-tjandra/Jhon
Minggu, 21 Desember 2014
Merasa Diri Lebih Hebat
FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB
SESEORANG INGIN MERASA DIRINYA LEBIH HEBAT DARI SESEORANG YANG MENJADI
SAINGANNYA
Sifat kesombongan manusia sering
membawa dampak negative pada dirinya sendiri, namun pada kenyataannya tidak
sedikit manusia yang menggemari sifat sombong ini. Penyebabnya tidak lain
karena harga diri. Di mata manusia pada umumnya “Harga Diri” sangatlah
berpengaruh dengan segala aktifitas-aktifitas yang ada, membuat hidup itu
menjadi lebih mempunyai harga dan lebih terpandang di mata masyarakat. Namun
satu hal yang manusia tidak menyadarinya bahwa kesombongan bukan hanya dalam
hal menunjukkan bahwa “aku lebih hebat” dan bahwa “aku lebih berharga” tetapi
juga dapat membuat jurang pemisah diantara golongan yang lebih mendambakan
kerendahan diri, menimbulkan keangkuhan yang ujung-ujung adalah lupa kepada
Tuhan, lebih sering mendapatkan musuh daripada teman dan mungkin saja akan
lebih sulit bergaul dengan semua orang atas kesombongannya sendiri.
Beberapa Faktor yang mendorong
seseorang ingin menunjukkan kehebatannya di mata orang lain atau pada seseorang
yang menjadi pesaingnya :
- Faktor Sosial
- Faktor wanita untuk pria dan pria untuk wanita
- Wawasan
- Kekuatannya
- Pergaulan
- Harga diri
- Emosi
- Dan Faktor Fisik (kecantikan,ganteng,dll)
Selanjutnya untuk faktor wanita
untuk pria dan pria untuk wanita adalah faktor yang wajar, saya kira anda pun
tahu tanpa saya harus menjelaskan lagi. Asmara memang rumit tapi di saat itulah
terkadang pria maupun wanita sering menonjolkan dirinya walaupun dengan
keterbatasan yang mereka miliki, kesombongan adalah faktor utama memperebutkan
si “Doi” namun dengan sebuah kesalahan yang dilalui. Bagaimana dengan
wawasan,kekuatan,pergaulan,harga diri,emosi dan faktor fisik? Silahkan anda
jawab sendiri. Anda pasti bisa menjawabnya. Good luck!
Penulis
c.k.h@s.doni Kamis, 18 Desember 2014
Di manakah Yesus di usia 12-30 tahun?
Kitab Injil memang tidak menuliskan secara rinci tentang
kehidupan Yesus di usia 12 sampai 30 tahun. Kitab Injil hanya menuliskan
kelahiran-Nya, dan saat Ia berumur 12 tahun, dan kemudian dikisahkan
kembali setelah Dia telah berumur 30 tahun dan mengajar. Tidak
dikisahkan antaranya, hanya disebutkan bahwa Yesus bertambah besar,
bertumbuh dalam hikmat, dan dikasihi oleh Tuhan dan manusia (Luk 2:52).
Di manakah Yesus di usia antara 12- 30 tahun ini? Walau tidak
dituliskan secara eksplisit dalam Kitab Suci, kita dapat menyimpulkan
bahwa Ia hidup di Nazaret sebagai anak tukang kayu; Ia ‘magang’ membantu
ayah angkat-Nya Yusuf, dan setelah Yusuf meninggal, Ia sendiri
menggantikannya menjadi tukang kayu. Itulah sebabnya pada saat Ia
berkhotbah di Nazaret orang- orang mengenali-Nya sebagai ‘anak tukang
kayu’ (Mat 13:55).
Katekismus menuliskan tentang misteri kehidupan Yesus yang ‘tersembunyi’ (usia 12-30 tahun) ini sebagai berikut:
KGK 531 Selama sebagian besar kehidupan-Nya Yesus mengambil bagian dalam nasib kebanyakan manusia: kehidupan biasa tanpa kebesaran lahiriah, kehidupan seorang pengrajin, kehidupan religius Yahudi yang takluk kepada hukum Allah (Bdk. Gal 4:4), kehidupan dalam persekutuan desa. Dari seluruh periode ini, hanya inilah yang diwahyukan kepada kita bahwa Yesus “taat” kepada orang-tua-Nya dan bertambah “hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia”. (Luk 2:51-52).
KGK 532 Dalam kepatuhan kepada bunda-Nya dan bapa piara-Nya Yesus memenuhi perintah keempat dengan amat sempurna. Itulah gambaran duniawi mengenai kepatuhan-Nya sebagai Anak terhadap Bapa surgawi-Nya. Kepatuhan Yesus sehari-hari terhadap Yosef dan Maria menyatakan dan mengantisipasi kepatuhan-Nya pada hari Kamis Putih: “Bukan kehendak-Ku…” (Luk 22:42). Dengan kepatuhan Kristus dalam keseharian kehidupan yang tersembunyi itu, mulailah sudah pemulihan kembali apa yang telah dihancurkan oleh ketidakpatuhan Adam (Bdk. Rm 5:19).
KGK 533 Kehidupan yang tersembunyi di Nasaret memungkinkan setiap orang, supaya berada bersama Yesus dalam kegiatan sehari-hari:
“Rumah di Nasaret adalah sebuah sekolah, di mana orang mulai mengerti kehidupan Kristus. Itulah sekolah Injil… Pertama-tama Ia mengajarkan keheningan. Semoga hiduplah di dalam kita penghargaan yang besar terhadap keheningan… sikap roh yang mengagumkan dan yang perlu ini… Di sini kita belajar, betapa pentingnya kehidupan di rumah. Nasaret memperingatkan kita akan apa sebenarnya keluarga, akan kebersamaannya dalam cinta, akan martabatnya, akan keindahannya yang gemilang, akan kekudusannya, dan haknya yang tidak dapat diganggu gugat… Akhirnya kita belajar di sini aturan bekerja dengan penuh ketertiban. O mimbar Nasaret, rumah putera pengrajin. Di sini ingin saya kenal dan rayakan hukum pekerjaan manusiawi yang keras, tetapi membebaskan… Akhirnya saya ingin menyampaikan berkat kepada para pekerja di seluruh dunia dan menunjukkan kepada mereka contoh luhur saudara ilahinya” (Paus Paulus VI, pidato 5 Januari 1964 di Nasaret).
Kitab Injil dituliskan pertama- tama untuk mengajarkan tentang
perbuatan dan perkataan Yesus yang berhubungan dengan rencana
keselamatan Allah, sehingga memang bukan merupakan kisah riwayat hidup/
biografi Yesus yang mengisahkan hidup Yesus dengan sedetail- detailnya.
Hal Yesus ‘berguru’ di Tibet ataupun India, merupakan spekulasi beberapa
penulis modern, namun kita umat Kristiani tidak mengimaninya. Tulisan-
tulisan itu baru dibuat sekitar abad ke-19, sehingga tidak dapat
dibuktikan keotentikannya. Kita umat Kristiani mengimani apa yang
tertulis di Kitab Suci tentang Kristus, bahwa Ia dikandung secara ajaib
dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria. Kemudian Kristus mengajar
para murid-Nya dan orang banyak, serta melakukan banyak mujizat dengan
penuh kuasa. Semua ini akhirnya mencapai puncaknya, melalui sengsara,
wafat dan kebangkitan Kristus, Sang Allah Putera. Hal ini jelas
dituliskan dalam Kitab Injil, yang sudah dapat dibuktikan
otentisitasnya, melalui tulisan para Bapa Gereja yang hidup pada saat
Injil tersebut dituliskan dan diturunkan.
By
Stefanus Tay & Ingrid Tay
on
Dialog Panjang, Tanya-Jawab, TJ: Apologetik Non Kristen, TJ: Kristologi
Penerbit ulang menambahkan:
Selama sebagian besar kehidupan-Nya Yesus mengambil bagian dalam nasib kebanyakan manusia: kehidupan biasa tanpa kebesaran lahiriah, kehidupan seorang pengrajin, kehidupan religius Yahudi yang takluk kepada hukum Allah (Bdk.
Gal 4:4). Hal ini sudah menjelaskan bagaimana Yesus atau bagi agama Islam adalah nabi Isa di umur 12 hingga 30 tahun hanyalah sebagai manusia biasa yang menjadi pengrajin kayu tanpa sebuah keistimewaan yang menonjol,patuh pada orang tua dan tetap hidup tanpa dosa. Seperti yang sudah di katakan dalam injil Luk 2:51-52 bahwa
Yesus “taat” kepada
orang-tua-Nya dan bertambah “hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin
dikasihi oleh Allah dan manusia”. Bagaimanapun kisah Yesus di umur 12 hingga 30thn bukanlah kisah-kisah yang penting untuk di rumuskan di dalam kitab Injil, oleh sebab itu kisah Yesus di umur itu tak tercantum di dalam kitab Injil dan telah dikatakan di atas bahwa Kitab Injil dituliskan pertama- tama untuk mengajarkan tentang
perbuatan dan perkataan Yesus yang berhubungan dengan rencana
keselamatan Allah, sehingga memang bukan merupakan kisah riwayat hidup/
biografi Yesus.
Semoga hal ini bisa memberikan pengertian kepada pembaca yang masih penasaran dengan kisah Yesus di umur 12 hingga 30thn. Kisah Yesus yang tanpa keistimewaan dan hanya hidup layaknya manusia biasa sebagai pengrajin kayu (Saya harap anda bisa memikirkan sendiri seperti bagaimana anda hidup dengan bekerja sehari-harinya namun tak pernah berbuat salah kepada orang lain dan sangat menghormati orang tua yang membesarkan anda maka begitulah kehidupan Yesus di usia itu).
Menghina agama orang lain sama dengan engkau menghina mereka yang beragama lain itu dan sepatutnya orang sepertimu kesukaannya adalah menghina terhadap sesamamu tanpa mau mengerti dan ingin di mengerti sendiri (c.k.h@s.dN)
*Salam Damai*
Selasa, 16 Desember 2014
Selamat Natal Menurut Al-Qur’an
yang datang
katakan: “Aku bernazar tidak bicara.”“Hai
Maryam, engkau melakukan yang amat buruk. Ayahmu bukan penjahat, ibumu
pun bukan pezina”, demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi di
gendongannya.Tetapi Maryam terdiam. Beliau hanya menunjuk bayinya. Dan
ketika itu bercakaplah sang bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba
Allah yang diberi Al-Kitab, shalat, berzakat serta mengabdi kepada
ibunya. Kemudian sang bayi berdoa: “Salam sejahtera (semoga) dilimpahkan
kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari ketika aku
dibangkitkan hidup kembali.”
Itu cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34. Dengan
demikian, Al-Quran mengabadikan dan merestui ucapan selamat Natal
pertama dari dan untuk Nabi mulia itu, Isa a.s.
Terlarangkah mengucapkan salam semacam itu? Bukankah Al-Quran telah
memberikan contoh? Bukankah ada juga salam yang tertuju kepada Nuh,
Ibrahim, Musa, Harun, keluarga Ilyas, serta para nabi lainnya? Setiap
Muslim harus percaya kepada Isa a.s. seperti penjelasan ayat di atas,
juga harus percaya kepada Muhammad saw., karena keduanya adalah hamba
dan utusan Allah. Kita mohonkan curahan shalawat dan salam untuk mereka
berdua sebagaimana kita mohonkan untuk seluruh nabi dan rasul. Tidak
bolehkah kita merayakan hari lahir (natal) Isa a.s.? Bukankah Nabi saw.
juga merayakan hari keselamatan Musa a.s. dari gangguan Fir’aun dengan
berpuasa ‘Asyura, seraya bersabda, “Kita lebih wajar merayakannya
daripada orang Yahudi pengikut Musa a.s.”
Bukankah, Para Nabi bersaudara hanya ibunya yang berbeda? Seperti
disabdakan Nabi Muhammad saw.? Bukankah seluruh umat bersaudara? Apa
salahnya kita bergembira dan menyambut kegembiraan saudara kita dalam
batas kemampuan kita, atau batas yang digariskan oleh anutan kita?
Demikian lebih kurang pandangan satu pendapat.
Banyak persoalan yang berkaitan dengan kehidupan Al-Masih yang
dijelaskan oleh sejarah atau agama dan telah disepakati, sehingga harus
diterima. Tetapi, ada juga yang tidak dibenarkan atau diperselisihkan.
Disini, kita berhenti untuk merujuk kepercayaan kita.
Isa a.s. datang mermbawa kasih, “Kasihilah seterumu dan doakan yang
menganiayamu.” Muhammad saw. datang membawa rahmat, “Rahmatilah yang di
dunia, niscaya yang di langit merahmatimu.” Manusia adalah fokus ajaran
keduanya; karena itu, keduanya bangga dengan kemanusiaan.
Isa menunjuk dirinya sebagai â€Ĺ“anak manusia, sedangkan Muhammad saw.
diperintahkan oleh Allah untuk berkata: “Aku manusia seperti kamu.
Keduanya datang membebaskan manusia dari kemiskinan ruhani, kebodohan,
dan belenggu penindasan. Ketika orang-orang mengira bahwa anak Jailrus
yang sakit telah mati, Al-Masih yang menyembuhkannya meluruskan
kekeliruan mereka dengan berkata, “Dia tidak mati, tetapi tidur.” Dan
ketika terjadi gerhana pada hari wafatnya putra Muhammad, orang berkata:
Matahari mengalami gerhana karena kematiannya. Muhammad saw. lalu
menegur, “Matahari tidak mengalami gerhana karena kematian atau
kehahiran seorang.” Keduanya datang membebaskan maanusia baik yang
kecil, lemah dan tertindas dhuâfaâ dan al-mustadhâ’affin dalam istilah
Al-Quran.
Bukankah ini satu dari sekian titik temu antara Muhammad dan
Al-Masih? Bukankah ini sebagian dari kandungan Kalimat Sawaâ (Kata
Sepakat) yang ditawarkan Al-Quran kepada penganut Kristen (dan Yahudi
(QS 3:64)? Kalau demikian, apa salahnya mengucapkan selamat natal,
selama akidah masih dapat dipelihara dan selama ucapan itu sejalan
dengan apa yang dimaksud oleh Al-Quran sendiri yang telah mengabadikan
selamat natal itu?
Itulah antara lain alasan yang membenarkan seorang Muslim mengucapkan
selamat atau menghadiri upacara Natal yang bukan ritual. Di sisi lain,
marilah kita menggunakan kacamata yang melarangnya.
Agama, sebelum negara, menuntut agar kerukunan umat dipelihara.
Karenanya salah, bahkan dosa, bila kerukunan dikorbankan atas nama
agama. Tetapi, juga salah serta dosa pula, bila kesucian akidah ternodai
oleh atau atas nama kerukunan.
Teks keagamaan yang berkaitan dengan akidah sangat jelas, dan tidak
juga rinci. Itu semula untuk menghindari kerancuan dan kesalahpahaman.
Bahkan Al-Q!uran tidak menggunakan satu kata yang mungkin dapat
menimbulkan kesalah-pahaman, sampai dapat terjamin bahwa kata atau
kalimat itu, tidak disalahpahami. Kata “Allah”, misalnya, tidak
digunakan oleh Al-Quran, ketika pengertian semantiknya yang dipahami
masyarakat jahiliah belum sesuai dengan yang dikehendaki Islam.
Kata yang digunakan sebagai ganti ketika itu adalah Rabbuka (Tuhanmu,
hai Muhammad) Demikian terlihat pada wahyu pertama hingga surah
Al-Ikhlas. Nabi saw. Sering menguji pemahaman umat tentang Tuhan. Beliau
tidak sekalipun bertanya, “Di mana Tuhan?” Tertolak riwayat sang
menggunakan redaksi itu karena ia menimbulkan kesan keberadaan Tuhan
pada satu tempat, hal yang mustahil bagi-Nya dan mustahil pula diucapkan
oleh Nabi. Dengan alasan serupa, para ulama bangsa kita enggan
menggunakan kata “adaâ” bagi Tuhan, tetapi “wujud” Tuhan.
Natalan, walaupun berkaitan dengan Isa Al-Masih, manusia agung lagi
suci itu, namun ia dirayakan oleh umat Kristen yang pandangannya
terhadap Al-Masih berbeda dengan pandangan Islam. Nah, mengucapkan
“Selamat Natal” atau menghadiri perayaannya dapat menimbulkan
kesalahpahaman dan dapat mengantar kepada pengaburan akidah. Ini dapat
dipahami sebagai pengakuan akan ketuhanan Al-Masih, satu keyakinan yang
secara mutlak bertentangan dengan akidah Islam. Dengan kacamata itu,
lahir larangan dan fatwa haram itu, sampai-sampai ada yang beranggapan
jangankan ucapan selamat, aktivitas apa pun yang berkaitan dengan Natal
tidak dibenarkan, sampai pada jual beli untuk keperluan Natal.
Adakah kacamata lain? Mungkin!
Seperti terlihat, larangan ini muncul dalam rangka upaya memelihara
akidah. Karena, kekhawatiran kerancuan pemahaman, agaknya lebih banyak
ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan kabur akidahnya. Nah, kalau
demikian, jika ada seseorang yang ketika mengucapkannya tetap murni
akidahnya atau mengucapkannya sesuai dengan kandungan “Selamat Natal”
Qurani, kemudian mempertimbangkan kondisi dan situasi dimana hal itu
diucapkan, sehingga tidak menimbulkan kerancuan akidah baik bagi dirinya
ataupun Muslim yang lain, maka agaknya tidak beralasan adanya larangan
itu. Adakah yang berwewenang melarang seorang membaca atau mengucapkan
dan menghayati satu ayat Al-Quran?
Dalam rangka interaksi sosial dan keharmonisan hubungan, Al-Quran
memperkenalkan satu bentuk redaksi, dimana lawan bicara memahaminya
sesuai dengan pandangan atau keyakinannya, tetapi bukan seperti yang
dimaksud oleh pengucapnya. Karena, si pengucap sendiri mengucapkan dan
memahami redaksi itu sesuai dengan pandangan dan keyakinannya. Salah
satu contoh yang dikemukakan adalah ayat-ayat yang tercantum dalam QS
34:24-25. Kalaupun non Muslim memahami ucapan “Selamat Natal” sesuai
dengan keyakinannya, maka biarlah demikian, karena Muslim yang memahami
akidahnya akan mengucapkannya sesuai dengan garis keyakinannya. Memang,
kearifan dibutuhkan dalam rangka interaksi sosial.
Tidak kelirulah, dalam kacamata ini, fatwa dan larangan itu, bila ia
ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan ternodai akidahnya. Tetapi,
tidak juga salah mereka yang membolehkannya, selama pengucapnya bersikap
arif bijaksana dan tetap terpelihara akidahnya, lebih-lebih jika hal
tersebut merupakan tuntunan keharmonisan hubungan.
Dostojeivsky (1821-1881), pengarang Rusia kenamaan, pernah
berimajinasi tentang kedatangan kembali Al-Masih. Sebagian umat Islam
pun percaya akan kedatangannya kembali. Terlepas dari penilaian terhadap
imajinasi dan kepercayaan itu, kita dapat memastikan bahwa jika benar
beliau datang, seluruh umat berkewajiban menyambut dan mendukungnya, dan
pada saat kehadirannya itu pasti banyak hal yang akan beliau luruskan.
Bukan saja sikap dan ucapan umatnya, tetapi juga sikap dan ucapan umat
Muhammad saw. Salam sejahtera semoga tercurah kepada beliau, pada hari
Natalnya, hari wafat dan hari kebangkitannya nanti.
Sumber: Membumikan Al-Quran
Kamis, 04 Desember 2014
MAKNA
PEMIMPIN YANG SESUNGGUHNYA
Apakah yang
dimaksudkan dengan Pemimpin itu?
Kata Pemimpin yang sering di
identikkan dengan seorang kepala, ketua maupun pemerintah adalah seorang yang
menjadi tumpuan harapan dari suatu kelompok kecil maupun kelompok besar.
Merupakan penggerak yang menentukan jalan mana yang harus kita tempuh dan jalan
mana yang tidak boleh kita lalui, semua akan tergantung kepadanya.
Terkadang seorang pemimpin masih
mempunyai atasan lagi dimana atasan ini mempunyai kekuasaan yang lebih besar dari
pemimpin itu dan lebih berhak di dalam memutuskan segala hal di dalam suatu
kelompok. Namun yang sering terjadi adalah jika kekuasaan tertinggi ada di
tangan seorang pemimpin maka orang yang berada tepat dibawahnya tidak dapat di katakan
pemimpin lagi tetapi mungkin hanya dikatakan ketua, kepala bagian,direktur,dsb
atau sebaliknya kekuasaan tertinggi ada di tangan seseorang yang diberi gelar
Direktur maka bisa saja orang yang di bawahnya akan di sebut pemimpin.
Tergantung dari cara mereka memandang yang mana lebih pantas digelari seorang
pemimpin,ketua, kepala,direktur,dll.
Kita telah mengetahui bahwa
dari seorang pemimpin itu mempunyai
kedudukan yang paling tinggi di dalam suatu golongan, baik golongan kecil
maupun golongan yang besar. Tetapi makna seorang pemimpin tidak berarti hanya
tahu memerintah tetapi seorang pemimpin haruslah bisa menangani segala hal di
dalam suatu ruang lingkup yang di pimpinnya, dia harus bisa memberikan keamanan
dan kenyamanan kepada seluruh bawahannya agar mereka semua dapat menjalankan
tugasnya dengan baik tanpa ada rasa keterpaksaan maupun tekanan. Seperti
seorang Pemerintah yang memimpin sebuah Negara, dia harus bisa menciptakan rasa
kenyamanan dan kesejahteraan kepada rakyatnya agar seluruh rakyatnya pun bisa
bekerja dengan sepenuh hati dan tidak dalam kondisi tertekan (Seperti Negara diktator). Jadi Intinya Pemimpin itu bukan hanya tahu
mengeluarkan perintah-perintah baik secara lisan maupun secara tulisan kepada
bawahannya tetapi seorang pemimpin sewaktu-waktu harus bisa turun langsung ikut melihat,ikut membantu dan
mengamankan sendiri hal-hal yang belum tuntas. Kalau hanya Cuma tahu memerintah
dan seluruh tubuhnya hanya terikat terus dengan kursi kepemimpinannya bagaimana
dia bisa tahu hasil kerja bawahannya? Kalau negaranya sudah mulai menuai hasil negative,
korupsi, KKN, terorisme hingga pada sara maka pemimpinya baru memulai melepas
ikatannya dan itu semua sudah terlambat, tinggal tunggu waktu agar secepatnya
digantikan.
Ciri-ciri pemimpin seperti ini :
- Wajah selalu tampak serius
- Senang berpidato
- Suka jalan-jalan ke luar negeri
- Jarang turun lapangan
- Senang wisata
- Kunker dengan mobil mewah
- Sedikit memperlihatkan kesombongan
- Anak-anaknya pada suka pamer kekayaan
- Tidak terlalu pusing dengan urusan rakyat miskin
- Suka menjanjikan hal-hal yang luar biasa kepada rakyatnya yang pada akhirnya tidak di tepati.
Bagaimana makna seorang pemimpin di dalam suatu keluarga?
Sama saja, Pemimpin keluarga yang
biasanya di sebut dengan kepala keluarga adalah sosok seseorang yang menafkahi
keluarganya, memberikan kelangsungan hidup kepada anak dan istrinya serta
menjaga keutuhan di dalam rumah tangganya. Kepala keluarga seperti seorang
pemimpin Negara, tidak diharapkan hanya tahu memerintah, tetapi dia harus bisa
mengupayakan bagaimana sesuatu yang belum tuntas itu harus bisa di selesaikan
tanpa harus ada unsur pemaksaan atau tekanan pada keluarganya (anak dan
istrinya), maka dia pun harus bisa merelakan dirinya untuk ikut terjun langsung
untuk membereskan hal-hal yang belum tuntas itu. Jadi kepala keluarga bukan
hanya bertugas menafkahi keluarganya, tetapi lebih dari itu, dia juga harus
bisa turun tangan sendiri di dalam membereskan masalah-masalah di dalam rumah
tangganya. Survey menunjukkan bahwa 73% seorang suami hanya bertindak sebagai
sang pencari nafkah saja, selain dari itu mereka tidak mengerjakan apa-apa
lagi. Ciri-ciri suami-suami yang tergolong dalam type ini :
- Setelah pulang kerja mereka bersantai-santai sejenak
- Mandi dalam tempo yang cukup lama (kadang terlalu cepat)
- Makan sambil nonton,baca Koran,ngobrol atau utak atik alat komunikasi,dsb.
- Nonton acara-acara yang bisa menghibur mereka
- Tuntutan biologis terhadap sang istri (Biasanya mereka tidak mau mengerti keadaan sang istri, yang penting diri sendiri puas)
- Setelah itu “tidur”
- Menjelang hari esok mereka bangun
- Santai lagi sejenak
- Mandi berlama-lama
- Yang terakhir, pergi kerja
Point 1 – 9 akan terulang terus
menerus selama sang suami masih memegang prinsip bahwa suami hanya mencari
nafkah.
Seorang suami yang baik tidak
suka menuntut tetapi selau turun tangan sendiri ikut membereskan urusan-urusan
di dalam rumah tangganya yang belum selesai termasuk membantu pekerjaan sang
istri yang belum terselesaikan pada waktunya. Seorang suami yang mengerti akan
beban sang istri, seorang yang bijaksana
di dalam memutuskan segala hal di dalam setiap perkara didalam rumah tangganya.
Ditulis oleh,
C.k.h
Langganan:
Postingan (Atom)










































